0
Posted by Unknown
on
05.40
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Perencanaan adalah
sesuatu proses yang penting sebelum melakukan yang lain.
Peencanaan dianggap penting karena akan menjadi penenetu dan
sekaligus memberi arah terhadap tujuan yang ingin dicapai.
Dalam dunia pendidikan, perencanaan merupakan hal yang penting untuk
dilaksanakan. Sejarah mencatat kurang lebih 2500 tahun yang
lalu perencanaan pendidikan itu sudah ada, dimana bangsa sparta
telah merencanakan pendidikan untuk merealisasikan tujuan militer,
sosial dan ekonomi mereka. Plato dalam bukunya “republik” menulis
tentang : rencana pendidikan yang dapat menjamin tersedianya tenaga
kepemimpinan dan politik yang dibutuhkan oleh athena. Cina dalam masa
pemerintahan dinasti han dan peru pada masa kejayaan, inca
merencanakan pendidikan mereka untuk menjamin kelangsungan hidup
negara masing-masing. Timbulnya aliran libralisme di eropa pada akhir
abad 18 dan 19 misalnya menghasilkan berbagai usul yang dinamakan
“rencana pendidikan”, dan “reformasi mengajar” sebagai
sarana untuk mengadakan reformasi sosial. Salah satu rencana yang
terkenal pada saat itu adalah rencana yang dibuat oleh diderot yang
berjudul “plan d’une universite pour le gouverment de russie”
yang disiapkannya atas permintaan ratu catherina II.
Berbagai
negara telah mengalami kemajuan yang cukup pesat dengan adanya
perencanaan pendidikan yang baik. Di Indonesia, sejak zaman
kemerdekaan sampai saat ini sudah cukup banyak perkembangan yang
telah dicapai terutama dalam dunia pendidikan. Untuk
memperlancar jalannya sebuah lembaga pendidikan diperlukan
perencanaan yang akan mengarahkan lembaga tersebut menuju tujuan yang
tepat dan benar. Artinya perencanaan memberi arah bagi
tercapainya tujuan sebuah system, karena pada dasarnya system akan
berjalan dengan baik jika ada perencanaan yang matang.
Perencanaan dianggap matang jika dilakukan dengan langkah-langkah
yang baik dan benar.
- Perumusan Masalah
Adapun
masalah-masaah yang dapat dirumuskan dari latar belakang tersebut
adalah sebagai berikut :
- Apakah yang dimaksud dengan perencanaan pendidikan?
- Langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk menyusun perencanaan pendidikan.
Tujuan
Perumusan Masalah
Adapun
tujuan perumusan masalah tersebut adalah :
- Untuk mengetahui arti dari perencanan pendidikan.
- Untuk mengetahui langkah-langkah yang diperlukan untuk menyusun rencana pendidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
- A. Pengertian Perencanaan Pendidikan
Untuk
mengetahui pengertian perencanaan pendidikan harus diketahui terlebih
dahulu definisi perencanaan dan pendidikan. Ada beberapa definisi
yang diungkapkan para ahli mengenai mengenai kata perencanaan antara
lain sebagai berikut :
1.
Menurut Cunningham,
kata perencanaan diartikan sebagai proses menyeleksi dan
menghubungkan pengetahuan, fakta-fakta, imajinasi-imajinasi, dan
asumsi-asumsi untuk untuk masa yang akan datang, untuk tujuan
menvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan
kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat
diterima, yang akan digunakan dalam penyelesaian.
2.
Menurut C.
Arnold Anderson
dan Mary
Yean Bowman kata
perencanaan didefinisikan dengan ungkapan yang cukup sederhana namun
jelas. Mereka mengatakan, Planning is a process of preparing a set of
decisions for action in the future. (Perencanaan adalah proses
menyiapkan seperangkat keputusan untuk tindakan dikemudian hari).
3.
Menurut Kaufman (1972) perencanaan diartikan sebagai suatu proses
untuk menetapkan “ke mana harus pergi” dan mengidentifikasikan
prasyarat untuk sampai ke “tempat” itu dengan cara
yang paling efektif dan
efisien.
Sementara
itu kata pendidikan memiliki banyak definisi yang masing-masing
definisi sangat dipengaruhi oleh persepsi dan sudut pandang tokoh
atau yang mendefinisikannya, antara lain :
1. John
Dewey
: Pendidikan adalah proses pembentukkan kecakapan-kecakapan
fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama
manusia.
2. Langeveld
: Pendidikan adalah usaha yang sadar untuk mempengaruhi anak dalam
usaha membimbingnya supaya menjadi dewasa.
3. Hoogveld
: Pendidikan adalah proses membantu anak supaya ia cukup cakap
menyelenggarakan tugas hidupnya atas tanggung jawabnya sendiri.
4. Rousseau
: Pendidikan adalah usaha memberi pembekalan yang tidak ada pada masa
anak, akan tetapi dibutuhkan pada waktu dewasa.
5. Ki
Hajar Dewantara
: Pendidikan adalah usaha menuntun segala kekuatan kodrat yang ada
pada anak agar ia sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat
dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Sejumlah
ahli pendidikan dunia telah banyak mendefinisikan tentang perencanaan
dan pendidikan. Namun definisi yang dianggap paling jelas dan
sempurna tentang definisi perencanaan pendidikan adalah definisi yang
dikemukakan Philip
H. Coombs, yaitu
penggunaan analisa yang bersifat rasional dan sistematik terhadap
proses pengembangan pendidikan, yang bertujuan untuk menjadikan
pendidikan lebih efektif dan efisien dalam menanggapi kebutuhan dan
tujuan murid serta masyarakat.
Sebagai
perbandingan menurut C.E.
Beeby,
seorang tokoh perencanaan pendidikan yang lain, mendefinisikan
perencanaan pendidikan sebagai kegiatan melihat kedepan, dalam
menentukan kebijaksanaan, prioritas, biaya dan sistem pendidikan,
yang diarahkan kepada kenyataan ekonomis dan politis, untuk
pengembangan sistem pendidikan itu sendiri dan untuk memenuhi
kebutuhan negara dan murid.
- B. Langkah-Langkah Perencanaan Pendidikan
Secara
garis besar, langkah-langkah perencanaan pendidikan dapat dibedakan
menjadi dua golongan, yakni perencanaan strategi dan perencanaan
operasional pendidikan. Perencanaan strategi menyangkut penetapan
kebijaksanaan yang diambil dalam soal pendidikan, pendekatan yang
dipakai, serta tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Sedangkan
perencanaan oprasional berkaitan dengan penetapan alternatif upaya
yang dipakai untuk merealisasikan perencanaan stertegi dan tujuan
perencanaan tersebut dalam bentuk metode, prosedur dan koordinasi..
Perencanaan strategi disebut oleh Cunningham
sebagai “ Doing
the right things”,
sedangkan perencanaan oprasional disebut sebagai “doing
things right”.
Jadi dalam perencanaan strategi yang direncanakan adalah bagaimana
melakukan sesuatu yang benar, sementara dalam perencanaan oprasional
yang direncanakan adalah bagaimana mengerjakan sesuatu itu secara
benar.
Langkah-langkah
perencanaan pendidikan secara rinci mempunyai banyak versi sesuai
dengan pendapat tokoh-tokoh yang mengemukakannya. Salah satu
diantaranya dikemukakan oleh Edgar
L. Morphet
dalam bukunya PLANNING AND PROVIDING FOR EXCELLENCE IN EDUCATION,
yang mengatakan bahwa prosedur yang harus diperhatikan dalam
perencanaan pendidikan adalah : 1) Mengumpulkan informasi dan
analisis data; 2) Mengidentifikasi kebutuhan; 3) Mengidentifikasi
tujuan dan prioritas; 4) Membentuk alternatif penyelesaian; 5)
Mengimplementasi, menilai dan memodifikasi.
Sedangkan
menurut Depdikbud (1982), langkah-langkah yang ditempuh dalam proses
penyususnan perencanaan pendidikan yaitu:
- Pengumpulan dan pengolahan data, perkembangan pendidikan pada masa sekarang sangat perlu diketahui dan dipahami secara jelas oleh perencana pendidikan karena gambaran keadaan itu akan dijadikan dasar untuk penyusunan perencanaan pendidikan. Langkah pertama mengidentifikasi jenis data yang diperlukan.
- Jenis data yang dikumpulkan berkenaan dengan sistem pendidikan, baik data kuantitatif, data sarana dan prasarana , keadaan penduduk, geografi dan lapangan kerja.
- Diagnosis, data yang sudah terkumpul harus dianalisis dan didiagnosis. Menganalisis data merupakan proses untuk menghasilkan suatu informasi. Mendiagnosis keadaan pendidikan dapat dilakukan melalui penelitian dengan jalan meninjau segala usaha dan hasil pendidikan, termasuk mengkaji rencana yang sudah disusun tetapi belum dilaksanakan. Dalam mendiagnosis keadaan pendidikan dipergunakan kriteria-kriteria seperti relevansi, efektifitas dan efesiensi.
- Perumusan kebijakan, merupakan suatu pembatasan gerak tentang apa-apa yang akan dijadikan keputusan oleh orang lain. Suatu kebijakan di bidang pendidikan dirumuskan secara melembaga oleh pemerintah dengan melibatkan instansi-instansi terkait. Biasanya kebijakan pendidikan sudah dituangkan dalam repelita. Para perencana pendidikan tetap memegang peranan penting terutama dalam memberikan nasehat teknis dalam perumusan kebijakan.
- Perkiraan kebutuhan masa depan, perencanaan pendidikan harus mampu memperkirakan kebutuhan masa depan, sehingga rencana yang lengkap dapat disusun.
- Perhitungan biaya, menghitung untuk semua kebutuhan yang sudah diidentifukasikan di masa datang. Perhitungan biaya dilakukan dengan menggunakan satuan biaya atau standardisasi harga yang berlaku untuk setiap kelompok kebutuhan dengan memperhatikan fluktuasi harga.
- Penetapan sasaran, para perencana pendidikan meneliti sasaran-sasaran pendidikan untuk masa yang akan datang. Dari sasaran itu ditetapkanlah dana untuk masing-masing tingkatan sekolah.
- Perumusan rencana, perencanaan yang disusun pada dasarnya ditujukan untuk, mnyajikan serangkaian rancangan keputusan untuk disetujui dan menyediakan pola secara matang.
- Perincian rencana, rencana yang telah dirumuskan dilakukan dengan cara, yaitu penyusunan program dan identifikasi serta perumusan proyek. Penusunan program adalah membagi-bagikan rencana kedalam kelompok kegiatan. Setiap kegiatan dalam kelompok ini harus saling menunjang, dan meuju tujuan yang sama.
- Implementasi rencana, fase ini sudah sampai pada pelaksanaan rencana yang disusun. Implementasi ini mulai dilakukan apabila masing-amasing proyek yang diusulkan sudah disahkan. Oleh karena itu kerangka organisasi untuk berbagai proyek dikembangkan berdasarkan biaya tahunan. Disamping itu dikembangkan rencana operasionalnya sepefrti pendelegasian wewenang, penugasan tanggungjawab, pengadaan mekanisme umpan balik dan pengawasannya.
- Evaluasi rencana, dapat dikatakan sebagai kegiatan akhir dari proses perencanaan sebelum revisi dilakukan. Penilaian berkaitan dengan kemajuan/perkembangan dan penemuan penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan suatu rencana. Penilaian yang dilakukan juga bermanfaat untuk melihat rangkaian kegiatan dalam proses perencanaan.
- Revisi rencana, dilakukan berdasarkan hasil evaluasi rencana. Revisi bertujuan untuk memperbaiki, melengkapi atau menyempurnakan rencana yang akan datang berdasarkan pengalaman masa lalu (rencana yang sudah dilaksanakan)
BAB
III
Kesimpulan
Dari
hasil pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut :
- Perencanan pendidikan adalah penggunaan analisa yang bersifat rasional dan sistematik terhadap proses pengembangan pendidikan yang bertujuan untuk menjadikan pendidikan lebih efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan dan tujuan murid serta masyarakat.
- Langkah-langkah dalam menyusun perencanaan pendidikan meliputi : 1) Mengumpulkan informasi dan analisis data; 2) Mengidentifikasi kebutuhan; 3) Mengidentifikasi tujuan dan prioritas; 4) Membentuk alternatif penyelesaian; 5) Mengimplementasi, menilai dan memodifikasi.